Sejak tahun 2020, PT Agni Jwala Abadi melalui unit Agni Mangrove telah menjalin kolaborasi strategis dengan komunitas Mangrove Pesisir Utara Tangerang atau yang lebih dikenal dengan MPUT. Kerja sama ini bukan sekadar upaya penanaman pohon biasa, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk memulihkan ekosistem pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, yang menjadi benteng vital dalam mitigasi bencana abrasi serta perubahan iklim.
MPUT: Gerakan dari Hati untuk Pesisir Tangerang
Dipimpin oleh Ahmad Satibi, S.Pd., atau yang akrab disapa Abil, MPUT lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kerusakan ekosistem pesisir. Berawal dari kelompok kecil relawan di tengah pandemi tahun 2020, gerakan ini kini tumbuh menjadi kekuatan besar yang berfokus pada rehabilitasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu pusat pengembangan utama kolaborasi ini berada di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, yang kini tersohor dengan ikon Ketapang Urban Aquaculture (KUA). Lokasi ini bukan hanya area konservasi, melainkan destinasi ekowisata estetis yang memadukan jembatan kayu menyusuri hutan dengan edukasi pelestarian yang modern.
Keanekaragaman Hayati dan Keberhasilan Teknis
Pesisir utara Tangerang kini menjadi rumah bagi setidaknya 16 hingga 17 spesies mangrove asli Indonesia. Melalui dedikasi MPUT dan dukungan PT Agni Jwala Abadi, upaya restorasi green belt (sabuk hijau) telah menunjukkan angka yang luar biasa.
Dalam catatan kegiatan terbaru, kolaborasi ini berhasil melaksanakan penanaman 50.000 bibit mangrove di atas lahan seluas 2 hektar di Pesisir Desa Ketapang. Ini merupakan bagian dari target ambisius bersama pemerintah setempat untuk menanam hingga 5 juta bibit di sepanjang pesisir Tangerang Utara guna melindungi luas hutan lindung yang mencapai 1.603,79 hektar di wilayah Tanjung Pasir, Kohod, Mauk Barat, hingga Kramat.
Ekonomi Biru: Dari Konservasi Menuju Kemandirian Masyarakat
Filosofi kami adalah masyarakat yang berdaya akan menjaga alamnya dengan lebih baik. Melalui pendekatan penelitian, kami bersinergi dengan warga sekitar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi melalui produk olahan mangrove. Inovasi produk yang kini dikembangkan meliputi:
- Kuliner Kreatif: Keripik Mangrove, Mie Mangrove, dan Sirup Mangrove yang segar.
- Minuman Kesehatan: Kopi Mangrove yang kaya manfaat.
- Energi Alternatif: Pengembangan Briket dari bahan alami pesisir.
Pendekatan ini memastikan bahwa hutan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon dan penahan abrasi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal melalui industri kreatif hasil laut dan budidaya.
Menjawab Tantangan Masa Depan
Meskipun menghadapi tantangan besar seperti alih fungsi lahan dan ancaman abrasi yang terus mengintai, PT Agni Jwala Abadi dan MPUT tetap berkomitmen menjadikan kawasan ini sebagai pusat pembelajaran mangrove nasional. Kami mengedepankan nilai gotong royong dan transparansi dalam setiap aksi lapangan.
Bagi korporasi dan pemangku kepentingan yang ingin berkontribusi nyata pada kelestarian alam, MPUT dan PT Agni Jwala Abadi menyediakan platform yang akuntabel untuk mewujudkan masa depan pesisir yang lebih hijau dan mandiri.

